Kesah Susah kuliah
Satu waktu saya pernah menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Sharing Session
yang diadakan oleh salah satu organisasi di kampusku. Kebanyakan peserta yang nimbrung
pada kegiatan ini adalah mahasiswa baru, Temanya tidak jauh dari diskusi
akademik tentang bagaimana sudut pandang seorang alumni yang katanya “cumlaude”
ini menjalani kehidupan selama kuliah. Terlalu berlebihan barangkali jika
mengatakan yang akan kubagi ini untuk menjadi inspriasi, jadi sebut saja saya diundang
untuk membocorkan spoiler sebuah drama series panjang 8 semester yang kita
sebut KULIAH.
Pada kesempatan ini saya manfaatkan untuk sedikit banyak bercerita tentang bagaimana sesaknya jadwal kuliah, praktikum, tugas-tugas menumpuk, klise pentingnya organisasi, pentingnya circle pertemanan dan beberapa sembrawut budaya kampus yang masih bisa kuingat dan sampaikan.
Sampai
pada saat sesi tanya jawab, salah seorang peserta bertanya. “Orang tuaku
tidak mendukung saya kuliah, bagaimana kak saya bisa meyakinkan kedua orang tua
ku?”. Jujur saja waktu itu saya tidak tau pasti harus menjawab bagaimana. saya
tidak punya saran yang tepat, pengalaman itu diluar konteks tema diskusi yang
sudah kusiapakan, selain itu saya tidak punya gambaran pengalaman pribadi yang
bisa kubagi untuk situasi seperti itu. Saya jauh lebih beruntung punya kedua
orang tua yang selalu mendukung setiap studiku, termasuk kuliah. saya mencoba
berempati dan menjawab seadanya, memberi saran-saran klise yang barangkali tidak
relevan dengan hidupnya. Dengan saran-saranku dia berterimakasih, tapi rasanya apa
yang kusampaikan masih kurang menguatkan hatinya.
Saya
penasaran bagaimana dia sekarang, semoga saja hal-hal baik selalu dia dapatkan.
Hari ini saya mencoba untuk menuliskan beberapa saran yang akan kupersiapkan jika
sewaktu-waktu seseorang menanyakan hal yang sama kepadaku lagi. Untuk apa? Untuk
setidaknya saya bisa berbagi, menguatkan, dan meluaskan hati saudaraku.
Pertama,
tentu saja kembalikan setiap persoalan kepada Allah swt. saya percaya setiap
orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun kadangkala marah
dan tidak setujunya orang tua adalah cara untuk menutupi rapuh, dan kelemahan mereka
untuk selalu memenuhi setiap keinginan anaknya. Untuk itu jadilah anak yang
menguatkan merekaa. doakan kedua orang tua agar dibukakan hatinya, dikuatkan raganya,
dan dimudahkan rezekinya. Jangan mendebat dan tetap berbakti, dengan begitu
semoga Allah swt. Membukakakan jalan.
Kedua,
tunjukkan bahwa jalan yang kita pilih bisa kita pertanggungjawabkan. Menjadikan
kuliah sebagai amanah dan tanggung yang akan kita emban. kita dilahirkan dengan
fitrah dan potensi untuk menjadi apapun yang kita usahakan, dan kuliah menjadi
bentuk ikhtiar yang kita pilih untuk mewujudkan impian itu. Barangkali orang
tua pesimis dengan jalan yg kita pilih, pesimis. Apakah kuliah sepenting itu? Tidakkah
mencari uang lebih utama? Dan banyak lagi. Oleh karena itu, tunjukkan dengan
penuh tanggung jawab, yakinkan orang tua dengan belajar bersunggung-sungguh
serta tidak menyia-nyiakan keringat dan kepercayaan, yang mereka titipkan.
Ketiga, jika dapat. Bantu meringankan beban orang tua. Kuliah itu mahal, mahal di SPP, mahal di sewa KOS, mahal biaya hidup di perantauan, mahal biaya perlengkapan penunjang kuliah, buku, laptop, printer, kendaraan, dan masih banyak-banyak lagi. Perbanyak search info-info lembaga dan instansi yang menyediakan beasiswa. Berusaha untuk memenuhi kriteria dan kualifikasi penerima beasiswa. jika beruntung dana dari apply beasiswa akan sangat membantu. dan kalaupun belum mendapat beasiswa, jangan sampai berkecil hati. sebab akan selalu ada jalan-jalan lain yang Allah swt. siapkan untuk orang-orang mau berusaha. selama kuliah saya mengenal beberapa teman juga yang memilih untuk tinggal di masjid, nyambi jadi marbot. Beberapa juga kuliah sambil jualan, jadi ojek online, atau mengerjakan jasa apa saja yang bisa meringankan beban kuliah dan orang tuanya. Apakah seperti itu susah? Saya yakin pasti tidak mudah, tapi satu persamaan yang saya temui dari mereka semua adalah, mereka bersunggung-sungguh kuliah. Tidak sedikit diantara mereka yang kukenal itu, punya prestasi akademik yang baik, jejaring pertemanan yang luas, lulus kuliah tepat waktu, bahkan jadi lulusan-lulusan terbaik di jurusannya.
Oleh
karena itu, teruntuk siapapun teman-teman di luar sana yang masih diberikan
kesempatan untuk berkuliah, banyak-banyak bersyukur dan lakukan yang terbaik. Jangan
pupus semangat, jangan luput doa dan usaha. Kalian hebat.
Comments
Post a Comment