Selayang Pandang
Tapi bicara tentang kuda, Jeneponto
adalah kabupaten yang identik dengan kata “Kuda” barangkali karena di sana ada
makanan khas yang dinamakan “Gantala Jarang” sejenis soto/coto dari daging Kuda
yang minim bumbu masakan, selain itu disana juga bisa ditemukan “pasar kuda”
(pasar yang menjual kuda), ada juga arena pacuan kuda yang selalu ramai jika diadakan,
katanya begitu soalnya saya juga belum pernah nonton ehehe.. lebih jauh lagi
bahkan ada juga yang menceritakan bahwa jeneponto identik dengan kuda karena
dahulu kala, Raja Gowa Sultan Hasanuddin senang membeli dan menunggangi kuda asal
Jeneponto ketika berperang, tapi cerita ini saya juga belum tau benar tidaknya.
Tapi apapun itu alasannya, kenapa kita malah bahas tentang kuda?!
Saya lahir dari dua orang tua
yang hebat, ibu saya seorang bidan yang bertugas membantu persalinan ibu-ibu
hebat lainnya, sedangkan bapak saya bekerja sebagai seorang guru yang mendidik
banyak anak agar menjadi kebanggaan orang tuanya kelak. Saya adalah anak kedua
dari 3 bersaudara, kakakku laki-laki dan adikku perempuan.
Pendidikan formal saya dimulai
dari SDI. No. 114 Agang je’ne dan lulus pada tahun 2011. Kemudian pada tahun
yang sama melanjutkan pendidikan di SMPN Khusus Jeneponto dan lulus pada tahun
2014. kemudianmelanjutkan pendidikan di SMAN Khusus Jeneponto dan lulus pada
tahun 2017. Selanjutnya setelah itu saya melanjutkan pendidikan di Universitas
Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, untuk jenjang S1 pada Jurusan Pendidikan
Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, sampai saat biografi ini ditulis.
Dikala senggang saya senang menonton youtube, membaca, dan sedikit menulis juga. untuk olahraga saya senang bermain futsal
meskipun sudah tidak sejago dulu lagi. Kemudian apalagi? Oiya cita-citaku tidak
muluk-muluk. Saya hanya ingin menjadi seorang Guru Biologi, dapat mengajar dengan baik, di sekolah yang nyaman, dikeliling oleh teman-teman yang suportif,
serta digaji dengan layak. Aamiin.
***

Comments
Post a Comment