Pendidikan untuk Ikan
Hari ini saya tertarik pada sebuah vidio di internet yang secara kebetulan kutonton di beranda tontonan youtube ku, yang mana pada poin kesimpulannya ingin menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang kita terapkan di sekolah-sekolah kita saat ini "minim kemajuan" dan "Tidak Sehat".
Kalian setuju? sebelum itu, jika boleh saya ingin bertanya. Gadget yang teman-teman pegang saat ini dengan Gadget yang diproduksi 5-10 tahun yang lalu, apakah sama saja? oh tidak. tentu sudah sangat jauh berbeda. Kemudian jika teman-teman bisa melihat ke jalanan dan melihat banyak kendaraan lalu-lalang, kira-kira apakah sama saja bentuk kendaraan masa kinij dengan kendaraan yang ada pada 5-10 tahun yang lalu? saya pikir tentu saja juga telah jauh berbeda. Semuanya berkembang dengan cepat, teknologi semakin maju, semakin canggih. Lalu kemudian bagaimana dengan keadaan kelas-kelas di sekolah saat ini dengan 5-10 tahun yang lalu? adakah perubahan dengan kelas yang telah kita tinggalkan? secara garis besar, sistemnya masih sama saja. masih banyak sekolah-sekolah, yang di kelasnya kita menyusun mendudukkan siswa dalam barisan teratur seperti barang-barang dalam pabrik, tenang dan diam kemudian bilang “angkat tangan jika ingin bicara” memberinya waktu istirahat sejenak untuk makan dan 8 jam selanjutnya mendikte cara mereka berfikir. tidak banyak perubahan yang terjadi, tapi kemudian kita mengklaim mempersiapkan siswa untuk masa depan?
Sistem pendidikan "memaksa" mereka untuk bisa memperoleh nilai A, sebuah huruf yang menentukan kualitas produk, mirip dengan penentuan kualitas daging dagangan. Tidak heran banyak siswa bersikap curang dan tidak jujur. Sekolah seolah membunuh kreativitas, mendorong individualisme, dan alasan kita mengatkan bahwa Negara ini tidak kekurangan orang pintar tetapi orang jujur.Miris.
Saat ini dunia telah maju dan kita butuh orang yang mampu untuk berpikir kreatif, inovatif, kritis, mandiri dan punya kemampuan untuk saling terhubung. Einstein pernah berkata “Setiap orang adalah jenius, tapi jika kita menilai seekor ikan dari caranya memanjat pohon maka seumur hidup ikan itu akan berpikir dirinya bodoh”, bahakn setiap ilmuan mungkin akan menjelaskan bahwa tidak ada pemikiran yang sama dan setiap orang tua dengan dua anak akan setuju dengan pendapat ini jadi tolong jelaskan mengapa kita memperlakukan semua siswa seperti cetakan pemotong kue atau topi-topi berukuran sama sepertiti banyolan “satu ukuran untuk semua orang”.
Bayangkan jika seorang dokter membuat resep yang sama pada semua jenis penyakit, maka banyak pasiennya yang akan bertambah parah. hasilnya akan mengenaskan yah. Dikaitkan dengan sekolah, hal yang sama juga akan terjadi ketika satu guru berdiri didepan 20 orang siswa yang masing-masing memiliki kelebihan yang berbeda, kebutuhan berbeda, bakat yang berbeda, hingga cita-cita yang berbeda dan kita mengajarkan mereka hal yang sama dengan cara yang sama? Itu mengerikan! Ini bisa jadi tindakan kriminal terburuk yang pernah dilakukan. Inilah malpraktik pendidikan.
Maksud saya bisakah kita sepakat bahwa pendidik adalah pekerja terpenting di muka bumi ini, tetapi masih banyak dari mereka digaji rendah. Mari kita jujur. Pendidik harusnya memiliki pendapatan yang sama dengan dokter, karena dokter bisa membelah jantung dan menyelamatkan jiwa anak, tapi seorang pendidik hebat bisa menyentuh hati setiap anak dan membuatnya benar-benar hidup.
Pendidik seringkali disalahkan karena mereka bekerja dalam sistem tanpa ada pilahan atau hak. Kurikulum dibuat oleh pembuat kebijakan, mereka terobsesi dengan ujian terstandar, mereka pikir: berpikir untuk menjawab pertanyaan “multiple choice” akan menjamin kesuksesan, ini diluar akal sehat. faktanya model ujian ini terlalu seerhana untuk digunakan dan sebaiknya ditinggalkan.
Sebagai gantinya mari kita menyentuh setiap hati yang ada di setiap kelas. Tentu matematika penting tapi tidak lebih penting dibandingkan biologi, bahasa, olahraga ataupun seni, berikan kesempatan yang sama bagi setiap bakat pada siswa. Saya tahui ini terdengar seperti mimpi tapi Negara seperti finlandia melakukan hal yang luar biasa, waktu sekolah mereka lebih singkat, gaji guru tinggi, tidak ada PR, siswa fokus pada berkolaborasi disbanding kompetisi tapi hal yang menakjubkan adalah sistem pendidikan mereka lebih maju dibanding Negara lain di dunia, saya juga membaca Negara singapura mengalami kemajuan yang pesat dengan pendidikan seperti "Montessori", dan program seperti "Khan Academy". Tidak ada solusi tunggal tapi mari terus bergerak.
Siswa memang hanya 20% dari masyarakat kita tapi mereka adalah 100% masa depan kita semua, jadi mari mendengar mimpi mereka. Inilah dunia yang saya impikan, dunia dimana ikan tidak lagi dipaksa untuk memanjat pohon.
***


Comments
Post a Comment