Masa Depan Absurd?
Waktu adalah mahluk tuhan yang tidak bisa
kita lawan, mereka berjalan pelan tapi pasti mendesak kita untuk terus melangkah. Tahun
2017 adalah salah satu tahun yang paling
krusial dalam perjalanan hidup saya. ini adalah tahun terakhir saya berseragam
putih abu-abu.
Orang bilang masa SMA adalah masa
yang paling indah. ini tentu beralasan. Banyak cerita yang bisa kita kenang, persaudaran, kekonyolan, pertengkaran, ambisi, cinta, berbagai tempat nongkrong sehabis sekolah, teman yang
paling jahil, perempuan paling popular, guru killer, ibu kantin penjaga warung, hantu-hantu
penunggu sekolah, hingga kucing betina
yang setiap sebulan sekali selalu bunting karena keganasan kucing-kucing
jantan yang nafsuan, hanyalah sedikit dari banyak kisah klasik yang akan selalu kita kenang.
Kemana waktu akan membawa kita? memilih untuk melanjutkan hidup dengan jalan masing-masing. Membicarakan masa SMA, tidak akan ada habisnya. Keseruannya, tidak akan pernah membuatmu bosan. So, the time you enjoy wasting is not wasted.
Puncak kegalauan seorang siswa
adalah ketika hendak memilih jurusan apa
yang mesti mereka pilih untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Drama paling
kalut terjadi pada masa-masa ini. memilih jurusan lebih menguras keringat daripada ngupil pake jempol kaki, lebih sulit dibandingkan mencari pulpen baru kita yang hilang di meja
sedetik yang lalu, menderita hanya untuk memikirkannya saja, perut mules, mata
berkunang-kunang, sulit tidur, sulit makan, sulit minum, sulit menyatakan cinta kepada si dia yang sudah
jadi milik sahabat sendiri, sulit. tapi, semua masih belum sebanding dengan
sulitnya memilih jurusan.
Drama klasik ini umumnya terjadi jika
pilihan jurusan kita ternyata sama dengan teman kita yang notabene nilainya lebih
bagus dibanding kita. Optimis itu baik, tapi realistis harus. melihat peluangnya lebih
kecil jika harus bersaing, akhirnya harus memutar otak kembali dan memantaskan hati untuk
menerima jurusan yang lain, wah. Belum lagi jika pilihan kita tidak sesuai dengan
kemauan orang tua. kita sepakat bahwa semua orang tua menginginkan
yang terbaik untuk anak-anaknya, apalagi jika menyangkut tentang masa depan kita. Tapi bagaimanapun kita tetap punya hak untuk memilih, tinggal bagaimana cara kita untuk
menjelaskan kepada mereka dengan baik dan selembut mungkin pendapat kita, sebab bagaimanapun kitalah yang paling tahu dimana passion-nya kita. tapi yah itu lagi, kadang hati lebih condong kepada minat ketimbang bakat.
Jurusan terfavorit calon mertua, apalagi kalau bukan
jurusan Kedokteran. Membayangkan akan mendapat pekerjaan mulia, gaji dan derajat sosial yang relatif
baik di masyarakat adalah salah satu alasan jurusan ini tak pernah sepi peminat.
Tapi yang harus kita ingat bahwa,
kembalikan kepada diri kita, coba deh renungkan secara mendalam. Sebenanrya kita
itu cocok dimana. Ingat, tidak ada satupun jurusan yang jelek di
Universitas, yang ada hanya kitanya yang kurang pas dengan jurusan tersebut. Jangan sampai
salah memilih baju. Jangan memakasakan diri mengenakan baju yang ukurannya tidak
sesuai, yang ada hanya membuat kita tidak nyaman.
Ingat, Apapun jurusan kita, insyaallah akan
menjadi pintu sukses bagi kita yang bersungguh-sungguh. Maka dari itu, penting unuk
merenungkan kembali, passion. Minat dan bakat kia dimana?
"Everybody is a genius, but if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid" (Albert Einstein).
Jadi kemana saya saya saat ini? Saya
memilih melanjutkan pendidikan di sebuah Universitas berjuluk, "Kampus Peradaban" UIN Alauddin Makassar, jurusan Pendidikan
Biologi. Mungkin bukan jurusan dan Universitas yang mentereng, juga tidak
sekaliber kakak-kakaknya, ITB, UGM, UI, ITS dan UNHAS, tapi inipun pilihan. Sejak kecilpun memang sudah senang, Biologi. cukuplah saya merasa "mengenakan baju yang pas."
Bagi beberapa kita, masa depan
mungkin sesuatu yang absurd, tapi yakin deh Allah SWT, tidak akan mempermainkan hambanya yang bersungguh-sungguh, saya
percaya ada tujuan dan alasan mengapa Allah menuliskan takdir ini. Tinggal bagaimna
kita menjalaninya sebaik mungkin.
Tetap semangat dengan jalan kita
masing-masing. Entah kemana waktu akan membawa kita? akan seperti apa tantangan hidup
kedepan?, akan seberapa jauh kita melangkah? semua masih misteri, tapi yang
pasti akan selalu ada ruang di hati teman-temanmu untuk menerimamu kembali. teman-temanku yang hebat, ingatlah hari ini.
Love to have you all. see you on top guys.

Request dong, bagaimana cara menikmati Jurusan yang sekarang kita jalani or anything like how to get IP 4.0?? 😂
ReplyDelete