Balada Salah Jurusan

Universitas adalah tempat dimana seseorang menempuh pendidikan tinggi. Merupakan tingkatan taksonomi tertinggi dari urutan pendidikan formal. Mahasiswa, menyandang title “Maha” menunjukkan betapa tingginya status diri dengan berkuliah.


Tentu berkuliah tidak sekadar hanya berkuliah, ada banyak hal pelik yang akan dihadapi bocah sma yang akan memasuki dunia yang baru ini. Bermetamorfosa untuk lebih dewasa dalam bersikap. Kuliah adalah masa terakhir kita menjadi manusia yang dimaklumi kesalahannya, setelah itu memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Mengingat betapa pentingnya berkuliah itu, tentu pemilihan jurusan yang tepat adalah hal yang paling penting untuk dipikirkan sematang-matangnya sebelum melangkah memasuki belantara perkuliahan

Masalahnya adalah, apakah jurusan yang kita pilih ini sudah tepat apa belum? bingung sudah pasti. Tapi percaya deh, apapun yang akan kita pilih sudah harus kita pikirkan baik-baik yah. Ketika kita gagal merencanakan sesuatu maka sebenarnya kita sedang merencanakan kegagalan, wah.

Sebenarnya wajar saja jika kita kebingungan, saya pikir semua orang juga pasti pernah merasa kebingunan ketika di perkuliahan, sebab itu berarti kita memikirkan masa depan kita. Justru rasanya aneh jika kita tidak pernah memikirkannya sama sekali.

Proses pemilihan jurusan setiap mahasiswa yang satu dengan yang lain bisa berbeda-beda, ada yang memang karena memang suka dengan bidang itu, ada yang memilih karena melihat prospek kerjanya kedepan, ada yang karena dipaksa orang tuanya, ada yang memilih jurusan karena keadaan ekonomi sehingga memilih jurusan yang menurutnya paling terjangkau, ada yang memilih karena terpaksa sebab setelah mecoba berbagai jalur masuk, bahkan ada juga yang memilih jurusan itu karena kedengarannya keren saja.
Sebelum kita berpikir bidang ilmu apa yang kita butuhkan dan gelar apa yang kita harapkan, kita harus mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu. Mau kemana kita? Mau jadi apa kita? Bidang apa sebenarnya yang kita sukai? Pertanyaan itu dulu yang harus kita jawab, dan pastikan kita tahu jawabannya. Setelah kita tahu arah dan cita-cita kita, barulah kita sesuaikan dengan jurusan yang akan kita pilih. Kurang lebih ya begitulah seharusnya!

Seiring perkuliahan berjalan, ada-ada saja yang mulai ogah-ogahan, kuliah tidak sepenuh hati, atau merasa sulit mencerna mata kuliah, IPK semester yang bikin down, perlahan batin tertekan karena merasa menjadi yang paling bodoh di kelas, studi terhambat, banyak mata kuliah mengulang, dan belum juga ada tanda-tanda kita akan lulus. Barulah kita sadar, “kayaknya saya salah jurusan!”

Kita sudah terlanjur mengeluarkan banyak uang dan rasanya sayang deh kalau harus pindah jurusan lagi, apalagi jika sudah masuk semester tua.  Waduh, Kita ibarat seonggok sapu tangan yang terkulai lemas tak berdaya di pinggir selokan deket kantin kampus. Tragis!

Kamu boleh menyesali ini. Silahkan bersedih sepuasnya! Kalau memang perlu menangis, menangislah. menagislah sepuas-puasnya tapi jangan berlarut-larut yah, tetap semangat dan optimis, bagaimanapun Jangan sampai berputus asa. Percaya deh, Allah SWT maha tau segalanya yang terbaik untuk kita. Kita tinggal berusaha semaksimal mungkin, dan tunjukkan kepada dunia bahwa kita memang pantas untuk sukses!
“If you try and lose then it isn't your fault. But if you don't try and we lose, then it's all your fault” 
(Orson Scott Card, Ender's Game)

Jangan terlalu banyak mengeluh, siapapun menginginkan yang ideal. Lulus sekolah dengan nilai memuaskan, masuk kuliah di jurusan yang tepat, lulus cumlaude, jadi orang sukses, kaya raya dan kemudian masuk syurga tanpa hisab. Wah. Tapi perjalanan hidup tidak segampang ini yah.

Hidup tidak semudah semaunya kita, dinamikanya tidak mesti sesuai rencananya kita. Jadi belajarlah mencintai garis hidup yang sudah ditetapkan, tidak sepenuhnya masalah salah jurusan ini hal yang buruk. 
Mulailah dengan mencintai hal-hal sepele, misalnya mencintai suasana di kampusmu, mungkin perjalanan ke kampusmu melewati taman-taman yang indah, mungkin kamu senang dengan ibu kantin di kampusmu yang ramah, mungin kamu senang dengan warna cat kelasmu, mungkin kamu suka beberapa dosenmu yang perhatian, mungkin dikala senggang kamu suka bercanda tawa dengan teman-temanmu yang konyol dan tidak jaim di kampus, hingga mencari pengalaman dengan bergabung kedalam organisasi, bertemu banyak orang yang menginspirasi, atau bisa apa saja. 


Saatnya buat diri kita betah untuk tetap melanjutkan studi, ingat ada masa depan yang harus kita raih, ada orang tua yang harus kita banggakan, ada begitu banyak hal yang harus kita wujudkan.
Hidup terlalu singkat untuk kita sesali. yuk bangkit!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Masa Depan Absurd?

Selayang Pandang

Nanti Jadi Apa?