Kacamata Kelabu
Pernah tidak kita merasa segala hal kelabu, berpikir bahwa kita dinasibkan begitu akrab dengan kegagalan. Seolah dunia sekongkol membuat segala sesuatunya berjalan tidak sesuai rencana, hingga akhirnya setiap harimu berlalu seperti lirik sedih di dalam lagu-lagu patah hati yang berputar tak berkesudahan. Merasa pesimis, tidak berdaya, tidak berguna, merasa hidp penuh dengan problematika dan sebagainya. Apa jadinya kita jika perasaan dan pikiran semacam ini menggelayut terus menerus? waduh kering. Sekali lagi ingin saya katakan, memang tidak semudah mengucapkannya. Titik. Tapi percayalah ini, “kita bukan satu-satunya manusia di jagad raya ini yang punya masalah” jadi jangan lebay deh. Lantas apa yang salah? Terkadang manusia selalu memandang diri terlalu rendah, padahal apa yang dilakukannya mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang banyak diluar sana. Cara kita memandang dunia sangat menentukan tindakan dalam menyelesaikan tantangan yang datang. Bila kita memandang diri kita kec...